Globalisasi

  1. A.      Dampak Positif Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

1. Memberikan berbagai kemudahan

Perkembangan IPTEK mampu membantu manusia dalam beraktifitas. Terutama yang berhubungan dengan kegiatan perindustrian dan telekomunikasi. Namun, dampak dari perkembangan IPTEK juga berdampak ke berbagai hal seperti kegiatan pertanian, yang dulunya membajak sawah dengan menggunakan alat tradisional, kini sudah menggunakan peralatan mesin.sehingga aktifitas penanaman dapat lebih cepat di laksanakan tanpa memakan waktu yang lama dan tidak pula terlalu membutuhkan tenaga yang banyak. Ini adalah contoh kecil efek positif perkembangan IPTEK di dalam membantu aktifitas manusia dalam kehidupan sehari-hari.

2. Mempermudah meluasnya berbagai informasi

Informasi merupakan hal yang sangat penting bagi kita, dimana tanpa informasi kita akan serba ketinggaln. terlebih lagi ketika berbagai media cetak dan elektronik berkembang pesat. Hal ini memaksa kita untuk mau tidak mau harus bisa dan selalu mendapatkan berbagai informasi. Pada masa dahulu, kegiatan pengiriman berita sangat lambat, hal ini di karenakan kegiatan tersebut masih di lakukan secara tradisional baik itu secara lisan maupun dengan menggunakan sepucuk surat. Namun sekarang kegiatan semacam ini sudah hampir punah, dimana perkembangan IPTEK telah merubah segalanya, dan kita pun tidak perlu menunggu lama untuk mengirim atau Read the rest of this entry »

Advertisements

LAPORAN HASIL OBSERVASI PERMASALAHAN PADA SISWA KELAS IV SD DAN ALTERNATIF SOLUSI

  1. 1.    Sosialisasi Dengan Teman Sebaya Kurang Baik

Penyebab anak tidak mudah bersosialisasi dengan teman sebaya karena belum muncul rasa percaya diri anak dalam berinteraksi dengan teman sebaya.. Selain itu terkadang anak takut menjalin sosialisasi dengan teman baru. Ketakutan itu biasanya disebabkan anak kurang cocok dengan kelompok bermain yang ada di kelasnya. Untuk solusinya guru dapat memberikan inovasi pembelajaran kooperatif sehingga mau tidak mau anak harus menjalin interaksi dengan teman di kelas. Hal ini akan membawanya sampai ke dalam teman bermain. Jadi anak akan lebih mengenal karakter antar teman.

Langkah- langkah Model Pembelajaran Kooperatif

1. Guru menyampaikan semua tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar.

2. Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan.

3. Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien,

4. Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas.

5. Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya.

6. Guru mencari cara-cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu  dan kelompok

  1. 2.    Kerapian Dalam Mencatat

Setiap anak memiliki keunikan tersendiri. Dalam perkembangannya yang termasuk akhir masa kanak-kanan memiliki sifat tidak rapi(sehingga disebut usia tidak rapi). Untuk menghadapi anak yang memiliki catatan kurang rapi, guru dapat menggunakan pendekatan individual. Dalam hal ini guru mendekati siswa secara individu. Guru memberikan pengarahan dan pelatihan tentang cara menulis yang benar dan rapi. Guru dalam memberikan penilaian dapat menambahkan ( P … T… K… ) dimana P= Pekerjaan, T= Tulisan, K= Kerapian. Hal ini dapat memotivasi siswa selain mengedepankan nilai pekerjaan, siswa juga memperhatikan tulisan dan kerapiannya.

  1. 3.    Terlalu Memilih Pelajaran

Siswa yang terlalu memilih pelajaran terlalu mengindisikan bahwa siswa tersebut lebih menyukai pelajaran tertentu dibandingkan pelajaran yang lain. Hal ini akan berdampak negatif jika hanya mementingkan satu pelajaran sementara pelajaran yang lain tidak diperhatikan. Jadi guru perlu melakuukan tindakan-tindakan diantaranya: guru mengajak anak untuk mempelajari materi yang sama dengan siswa lain. Namun di lain waktu, guru memberikan kesempatan bagi anak untuk lebih mendalami materi atau pelajaran yang disukainya. Karena merasa telah diberi kesempatan khusus dalam menyampaikan hal yang disukai, Read the rest of this entry »

HAKIKAT BIMBINGAN KONSELING

Bimbingan dan konseling berasal dari dua kata yaitu bimbingan dan konseling. Bimbingan merupakan terjemahan dari guidance yang didalamnya terkandung beberapa makna. Sertzer & Stone (1966:3) menemukakan bahwa guidance berasal kata guide yang mempunyai arti to direct, pilot, manager, or steer (menunjukkan, menentukan, mengatur, atau mengemudikan). Sesuai dengan istilahnya, maka bimbingan dan konseling dapat diartikan secara umum sebagai suatu bantuan. Namun untuk pengertian sebenarnya, tidak setiap bantuan adalah bimbingan.

Sedangkan konseling menurut Prayitno dan Erman Amti (2004:105) adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli (disebut konselor) kepada individu yang sedang mengalami sesuatu masalah (disebut klien) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi klien.

Prinsip – prinsip bimbingan konseling yang akan dibahas adalah prinsip – prinsip umum yaitu : Read the rest of this entry »